Dinamika Fatherless dan Arsitektur Kognitif Remaja

Studi Kasus di SMP Negeri 18 Mataram

Authors

  • Muhammad Ardani Eka Julianto Universitas Islam Negeri Mataram
  • Muhammad Muhammad Universitas Islam Negeri Mataram
  • Baehaqi Baehaqi Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.20414/elhikmah.v19i2.14647

Keywords:

Fatherless, Arsitektur Kognitif, Remaja, Penalaran Moral, Teori Piaget

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak fenomena fatherless—ketidakhadiran peran figur ayah baik secara fisik maupun psikologis—terhadap arsitektur kognitif dan perilaku belajar siswa di SMP Negeri 18 Mataram. Menggunakan lensa integratif Teori Sistem Bioekologis Bronfenbrenner dan Teori Perkembangan Kognitif Piaget, penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini membedah bagaimana defisit pengasuhan memicu malfungsi pada proses adaptasi intelektual remaja. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan di kelas, dan studi dokumentasi terhadap 10 siswa yang teridentifikasi mengalami kondisi fatherless. Hasil penelitian memetakan tiga tipologi ketidakhadiran ayah di wilayah urban-suburban Ampenan Selatan, yaitu: hambatan struktural akibat ritme kerja informal (psychological absence), pemisahan geografis demi tuntutan ekonomi (physical absence), serta pemutusan hubungan pasca-perceraian (kronosistem). Ketidakhadiran fungsional ini berdampak sistemik pada macetnya proses asimilasi dan akomodasi kognitif siswa di sekolah (mesosistem). Manifestasi nyata di lapangan meliputi rendahnya efikasi diri yang memicu kepasifan belajar, kelemahan logika prosedural dan nalar sebab-akibat , kekakuan skema mental (cognitive rigidity) dalam komunikasi abstrak , hingga munculnya sindrom learned helplessness yang menurunkan capaian akademik di bawah standar ketuntasan. Selain itu, kelumpuhan fungsi kontrol ayah berimplikasi pada kedangkalan penalaran moral (moral reasoning), ditandai dengan tingginya frekuensi pelanggaran tata tertib sekolah tanpa disertai beban rasa bersalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan ayah merupakan katalisator utama keseimbangan intelektual dan moral remaja. Sebagai implikasi praktis, disarankan bagi lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan peran guru BK melalui konseling kelompok serta menginisiasi program parenting bersama ayah guna memulihkan rasa aman kognitif siswa.

Kata Kunci: Fatherless, Arsitektur Kognitif, Remaja, Penalaran Moral, Teori Piaget

Abstract: This study aims to explore the impact of the fatherless phenomenon—the physical or psychological absence of a father figure—on the cognitive architecture and learning behaviour of students at SMP Negeri 18 Mataram. Utilising the integrative lenses of Bronfenbrenner’s Bioecological Systems Theory and Piaget’s Cognitive Development Theory, this qualitative research employs a case study design to examine how parenting deficits trigger malfunctions in the intellectual adaptation processes of adolescents. Data were gathered through in-depth interviews, non-participant classroom observations, and documentary analysis involving ten students identified as experiencing fatherlessness. The findings map three typologies of father absence within the urban-suburban region of South Ampenan: structural constraints resulting from informal work routines (psychological absence), geographical separation driven by economic demands (physical absence), and the severing of relations post-divorce (chronosystem). This functional absence has a systemic impact, disrupting the processes of cognitive assimilation and accommodation within the school environment (mesosystem). Tangible manifestations in the field encompass low self-efficacy which triggers passive learning, weaknesses in procedural logic and causal reasoning, cognitive rigidity in abstract communication, and the emergence of learned helplessness syndrome, which reduces academic achievement below the minimum mastery standards. Furthermore, the paralysis of the father’s regulatory function leads to shallow moral reasoning, characterised by a high frequency of school discipline violations unaccompanied by feelings of guilt. This study concludes that fathering serves as a primary catalyst for an adolescent's intellectual and moral equilibrium. In terms of practical implications, educational institutions are advised to optimise the role of school counsellors through focused group counselling and to initiate joint parenting programmes with fathers to restore students' cognitive security.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Z. (2012). Penelitian pendidikan: Metode dan paradigma baru. Remaja Rosdakarya.

Ashari, Y. (2017). Fatherless in Indonesia and its impact on children's psychological development. Psikodinamika, 15(1), 35-36.

Bronfenbrenner, U. (1994). Ecological models of human development. International Encyclopedia of Education, 3(2), 1643-1647.

Bronfenbrenner, U., & Morris, P. A. (2006). The bioecological model of human development. In W. Damon & R. M. Lerner (Eds.), Handbook of child psychology: Theoretical models of human development (6th ed., Vol. 1, pp. 793–828). John Wiley & Sons.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fitroh, S. F. (2014). Dampak fatherless terhadap prestasi belajar anak. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 1(2), 86-90.

Handayani, F. P. (2023, November 24). Fatherless di Indonesia, belum semua pihak sadar kondisi ini. Populix Insights. https://info.populix.co/articles/fatherless-di-indonesia/

Herinovita, A. N. P. (2019). Peran orang tua dalam perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun di TK Bintang Kecil Semarang tahun ajaran 2018/2019 [Skripsi Sarjana, UIN Walisongo Semarang].

Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Kartono. (2011). Peran ayah dalam pengasuhan anak. Jurnal Psikologi Undip, 9(1), 1-10.

Mahmud. (2011). Metode penelitian pendidikan. Pustaka Setia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Munjiat, S. M. (2017). Pengaruh fatherless terhadap karakter anak dalam perspektif Islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 110-120.

Nafisah, A. D., Pranoto, Y. K. S., & Nuzulia, S. (2022). Studi literatur: Perkembangan kognitif anak usia dini ditinjau dari keterlibatan ayah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES, 23-29.

Noor, F. A. (2018). Perkembangan kognitif anak Raudhatul Athfal (RA). SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 4(2), 175-182.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.

Pratama, R. B. (2023, September 1). Ternyata tidak ada riset yang bilang RI jadi negara fatherless ketiga di dunia. Kumparan. https://kumparan.com/

Sakinah, D. (2022). Dampak fatherless terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di Lingkungan Kelurahan Cempedak Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara [Skripsi Sarjana, UIN Raden Intan Lampung].

Sary, Y. N. E. (2017). Perkembangan kognitif dan emosi psikologi masa remaja awal. J-PENGMAS, 1(2), 9-15.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sundari, S., & Herdajani, F. (2013). Dampak ketidakhadiran ayah (fatherless) terhadap perkembangan psikologis anak di Indonesia. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 18(2), 115–128.

Sutisna, I. (2021). Teori-teori perkembangan kognitif anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1-7.

Wulandari, H., & Shafarani, M. U. D. (2023). Dampak fatherless terhadap perkembangan anak usia dini. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 7-12.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Julianto, Muhammad Ardani Eka, Muhammad Muhammad, and Baehaqi Baehaqi. 2026. “Dinamika Fatherless Dan Arsitektur Kognitif Remaja: Studi Kasus Di SMP Negeri 18 Mataram”. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 19 (2):238-56. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v19i2.14647.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.